Saat ini belum ada cara 100% akurat untuk membedakan tulisan manusia dan tulisan AI, tapi ada beberapa indikator yang bisa dipakai:
1. Perhatikan gaya bahasa
- Tulisan AI cenderung rapi, konsisten, dan netral, tapi sering kehilangan “suara personal” atau ciri khas penulis.
- Jarang ada selipan humor khas, opini tajam, atau pengalaman pribadi yang detail.
- Polanya kadang repetitif (misalnya selalu membuka paragraf dengan “Selain itu,” atau “Namun demikian”).
2. Cek kedalaman argumen
- Tulisan manusia biasanya punya sudut pandang unik atau pengalaman nyata.
- AI sering memberi jawaban generalis, “aman”, dan cenderung menyentuh banyak aspek tanpa mendalami satu kasus spesifik.
3. Analisis struktur
- AI suka menulis dalam bentuk poin-poin rapi, paragraf dengan kalimat sedang–pendek, dan menghindari kalimat yang terlalu berantakan.
- Tulisan manusia kadang lebih tidak teratur, ada typo, atau alur logika yang “melompat-lompat” tapi natural.
4. Gunakan alat deteksi
Ada tools AI detector, misalnya:
- GPTZero
- Copyleaks AI Detector
- Originality.ai
- Turnitin (untuk akademik)
Tapi hasilnya tidak selalu akurat. AI bisa ditulis ulang agar mirip manusia, sementara manusia juga bisa menulis dengan “gaya AI” yang terlalu rapi.
5. Lihat jejak referensi
- AI kadang membuat referensi palsu atau terlalu umum.
- Tulisan manusia biasanya menyertakan rujukan nyata yang bisa dicek.